ARTIKEL FILSAFAT
ARTIKEL FILSAFAT
Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat pendidikan
Dosen pengampu : Dr. Adang heriawan,M.pd
Pertanyaan-Pertanyaan Filsafat Yang Mendasar Dalam Kehidupan
Nama
Tedi wahyudin (2227150099)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVIRSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
Pertanyaan-Pertanyaan Filsafat Yang Mendasar Dalam Kehidupan
1. Dalam hidup selalu ada harapan, dan setelah ada harapan maka kita paham apa yang kita perjuangkan. Apa yang di harapkan dari kehidupan tidak lain adalah kebahagiaan, itulah yang semua orang harapkan termasuk saya. Tetapi dalam pemahaman bahagia, satu sama lain akan berbeda, biasanya tergantung pada pendidikan dan pengalaman yang didapatkan. Dalam Pendidikan dan pengalaman yang saya dapatkan, saya meyakini bahwa bahagia bukan berarti hidup tanpa masalah dan cobaan, justru ketika kita dapat mensyukuri hidup dalam kondisi apapun itulah bahagia. Sehingga ketika kita memperjuangkan apapun akan bahagia, karena target bahagianya adalah bersyukur. Contohnya Betapa indah ketika kita melihat sebuah keluarga yang tinggal di rumah sederhana, makan apa adanya tetapi mereka saling mensyukuri apa yang mereka punya. Berbeda hal ketika kita melihat keluarga yang serba ada seperti harta, jabatan, dan kemewahan, tetapi mereka satu sama lain tidak mensyukuri apa yang mereka punya, bagaimanapun juga mereka tidak akan bahagia.
Maka apa yang dapat saya harapkan dari hidup? yaitu bahagia. Dan bahagia ituadalah dapat mensyukuri hidup dalam kondisi apapun.
2. Agama merupakan pegangan hidup bagi semua orang. Agama juga sebagai rel dalam mengarungi kereta kehidupan. Agama yang saya yakini adalah islam, lalu apa yang saya harapkan dari agama islam? Yang saya harapkan dari agama islam adalah sebagaimana terdapat dalam Al-Quran, bahwa islam adalah satu–satunya agama yang di ridhai oleh Allah. Agama islam sangat berpengaruh besar pada kehidupan seperti cara menjalani hidup, cara mendapat kebahagiaan, cara agar jauh dari kesengsaraan secara lahir maupun batin. Selain itu yang saya harapkan dari islam adalah dapat membimbing menuju kehidupan yang baik dan benar sesuai dengan kodrat manusia yang sejalan dengan tuntutan yang di buat oleh Allah SWT.
Maka apa yang dapat saya harapkan dari keyakinan saya? Islam dapat membimbing menuju kehidupan yang baik dan benar.
3. Setelah mengalami hidup, tentu yang kita ketahui akan mengalami kematian, maka apakah yang saya harapkan dari kematian? Jika dalam kehidupan saya mengharapkan kebahagiaan, tentunya dalam kematian pun yang saya harapkan adalah kebahagiaan. Dalam artian menginginkan kebahagiaan yang berlanjut, namun berbeda dengan bahagia hidup, bahagia setelah kehidupan yaitu merasakan hasil dari kesabaran dan amal perbuatan selama hidup.
Maka apa yang dapat saya harapkan setelah hidup? yaitu adalah kebahagiaan
4. Dalam usaha yang kita sebut juga ikhtiar, kita pasti memperjuangkan harapan. Lantas apa yang saya harapkan dari usaha yang selama ini saya lakukan? Seperti sekolah dari jenjang sekolah dasar, menengah dan berlanjut Kuliah, harapanya bukan sekedar ingin mengejar cita-cita, dan bahkan harapanya bukan hanya sekedar terciptanya karakter dalam diri, tapi yang lebih utama untuk mencapai ridho Allah. Itulah yang menurut saya lebih luhur dari pada meraih cita-cita. Cita–cita bagaimanapun juga adalah sebuah rezeki, dan rezeki sudah di tentukan pembagianya sejak ruh manusia di ciptakan, itulah yang saya yakini. Lantas untuk apa lagi kita bisa ikut campur dalam urusan rezeki ? Lebih baik kita usaha untuk mendapat ridhonya, setelah itu terkait rezeki serahkan sepenuhnya pada yang maha kuasa.
Maka apa yang dapat saya harapkan dari usaha yang selama hidup saya lakukan? yaitu Mencapai ridho Allah itulah yang menurut saya lebih luhur dari pada meraih cita-cita.
5. “Umur” kita mengenal istilah tersebut yaitu sebagai penanda lamanya kita hidup di dunia, yang selanjutnya hidup ini akan di batasi dengan kematian, adanya kematian berarti sebagai batas manusia hidup. Lalu hidup yang kita jalani ini ternyata sebagai jalan menuju ba’da hidup yaitu kematian. Hidup yang kita jalani ini adalah sisa hidup, dan jika ada kematian lantas untuk apa kita perjuangkan sisa umur yang bahkan kita tidak tahu berapa lama lagi. Untuk apa memperjuangkan yang tidak pasti kapan dan berapa lama lagi hidup? Lebih baik saya mempersiapkan apa yang pasti akan terjadi. Lalu apa yang saya harapkan dari sisa umur? Yang kita jalani ini yang sesuai dengan tuntunan dan aturan-aturan yang ada dalam agama yang saya yakini.
Maka apa yang dapat saya harapkan dari sisa umur saya? Yaitu dapat mempersiapkan untuk kematian dengan menjalani hidup dengan benar.
6. Lahirnya manusia ke dunia yaitu untuk hidup, manusia akan selalu menghadapi pada dua pilihan umum yaitu benar dan salah. Manusia akan sadar pada pilihan itu ketika berfikir, manusia akan dapat membedakan yang baik dan yang buruk setelah diberi pemahaman atau mengalami sendiri, seperti perkara-perkara yang buruk akan membawa pada hal yang buruk pula, dan perkara-perkara yang baik akan membawa pada hal yang baik pula. Semua itu merupakan hukum alam.
Maka apa yang dapat saya ketahui dari kehidupan? Yaitu perkara-perkara yang baik dan perkara perkara yang buruk.
7. Orang–orang di sekitar kita adalah orang-orang yang membentuk kepribadian kita, termasuk di antaranya adalah kedua orang tua kita dari mulai kita lahir sampai umur sekarang. Sebagian kepribadian-kepribadian orang tua kita menempel pada diri kita, termasuk juga pengalaman- pengalaman dan pengetahuan dari orang tua kita. Pengetahuan-pengetahuan seperti pengalaman menjalani hidup, pengetahuan mana yang di anggap baik dan buruk, pengetahuan apa yang menjadi kebiasaan orang-orang yang terdahulunya, dan juga pengetahuan apa yang menjadi kepercayaanya serta banyak lagi pengetahuan-pengetahuan dari orang-orang di sekitar kita.
Maka apa yang dapat saya ketahui dari orang di sekitar saya? Pengalaman dan pengetahuan tentang cara menjalani hidup
8. Diri manusia pada hakekatnya ada dua unsur, yaitu jasad dan ruhiyah. Kedua unsur tersebut mempunyai perannya masing-masing, dari dua unsur tersebut bergabung menjadi satu, kemudian jadilah manusia. Dalam diri manusia ada hal yang akan berpengaruh besar pada kehidupan yang akan kita ketahui, seiring waktu dan seiring kita mencari tahu, apakah itu ?. Ternyata di dalam diri kita adanya kelemahan dan kelebihan. Kelemahan di dalam diri kita adalah, apakah kita sudah mengetahuinya secara pasti?. Kemudian kelebihan di dalam diri kita adalah apa kita sudah mengetahuinya secara pasti pula?. Kelebihan dan kekurangan adalah secara mutlak dari tuhan yang memberikan kita seimbang antara kelebihan dan kekurangan.
Maka itulah apa yang dapat kita ketahui dari diri kita? Yaitu kekurangan dan kelebihan.
9. Sesuai dengan Al-Qur’an turunnya Nabi Muhammad SAW ke dunia yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia, selain itu membawa kabar baik dan kabar buruk. Kabar baik di peruntukan bagi mukminin yaitu akan di berikan syurga setelah kematian. Dan kabar buruk adalah bagi yang kafir akan di berikan siksa neraka setelah kematian. Jika secara umum yang dapat kita ketahui dari agama islam yang berbeda dari agama lain yaitu adanya pengetahuan tentang kehidupan setelah kematian, ternyata yang lebih panjang yang lebih lama dari pada kehidupan di dunia.
Maka apa yang dapat saya ketahui dari agama yang saya yakini? Yaitu adanya kabar baik bagi mukmin karna akan mendapatkan syurga dan kabar buruk bagi kafir karna akan di masukan ke dalam neraka.
10. Islam mengajarkan pada kita tentang adanya kehidupan setelah kematian, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits dapat di bagi menjadi beberapa tahapan jika secara singkat adalah sebagai berikut:
Yang pertama yaitu diawali dengan yaumul barzakh, yaitu kehidupan di dalam alam kubur. Yang kami yakini di sana yang menemani adalah hanya amal saleh dan amal buruk, yang keduanya itu dibentukan serupa dengan manusia. Yang kedua yaitu yaumul baats, yaitu hari bangkitnya seluruh manusia dari kuburnya yaitu terjadi setelah hari kiamat. Yang ketiga yaumul mahsyar, yaitu hari di kumpulkanya seluruh manusia dari seluruh zaman. Yang keempat yaumul mizan, yaitu hari ditimbangnya amal baik dan amal buruk manusia. Yang kelima adalah proses melintasi jembatan sirath, yang dalam keterangan besar jembatanya hanya sebesar rambut yang di belah menjadi tujuh, di situlah penentuan kehidupan kita selanjutnya, akan kemana apakah syurga atau ke neraka. Di sanalah hidup yang kekal yang sebenarnya dan tidak ada lagi mati setelah itu. Semuanya sudah sangat jelas keterangan-keterangan yang dapat kita ketahui dari islam mengenai kehidupan setelah kematian.
Maka apa yang dapat saya ketahui setelah kehidupan ini ? Yaitu adanya kehidupan yang jauh lebih abadi setelah kematian.
11. Setelah kita mengetahui akan adanya kehidupan setelah kematian sebagaimana yang di jelaskan dalam islam, maka yang seyogyanya kita lakukan adalah tidak lain Mempersiapkan kematian Cara kita mempersiapkanya adalah dengan mengikuti aturan aturan yang saya yakini ada dalam aturan islam yang di buat oleh Allah.
Maka apa yang seyogyanya saya lakukan untuk hidup saya? Yaitu mempersiapkan untuk kehidupan setelah kematian.
12. Kata “harus” adalah hal yang benar jika di lakukan. Maka apa yang harus saya lakukan untuk orang di sekitar saya? Maka lakukan yang benar untuk orang di sekitar kita. Atau bisa disebut bagaimana yang benar kita lakukan? Maka lakukan harus sesuai dengan keyakinan kita. Dalam islam kita diharuskan hablumminallah dan hablumminanas, untuk hubungan orang di sekitar kita, hablumminanas yaitu hubungan sesama manusia. Di dalamnya diatur dalam islam, seperti menghargai untuk orang yang lebih muda, dan menghormati kepada orang yang lebih tua, ada pula sedekah yang di atur untuk membahagiakan orang lain.
Maka apa yang seharusnya saya lakukan untuk orang di sekitar saya? Berbuat baik menghargai untuk orang yang lebih muda, dan menghormati kepada orang yang lebih tua pula sedekah untuk membahagiakan orang lain, dan melaksanakan yang sudah di atur dan terdapat dalam Al-Qur’an.
13. Jika tadi dikaji tentang hablumminanas itulah yang harus dilakukan untuk orang di sekitar kita. Selanjutnya apa yang seharusnya saya lakukan untuk islam yaitu agama yang saya yakini tentu berkaitan dengan habluminallah yaitu hubungan pada Allah. Dalam islam, kita diperintah untuk meninggikan agama, yaitu dengan berdakwah. Islam menuntut umat untuk dapat mengajak pada kebenaran, yaitu dengan berdakwah.
Maka apa yang seharusnya saya lakukan untuk agama yang saya yakini? Hablumminallah berdakwah untuk meninggikan agama Allah.
14. Manusia hidup dan berdiri di muka bumi tidak mungkin kalau tidak ada alasan penciptaan. Seperti alat komunikasi berikut. Handphone di ciptakan ada alasan penciptaan yaitu untuk kumunikasi. Begitu juga manusia diciptakan tentu saja ada alasan penciptaan, di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia adalah sebagai pemimpin di muka bumi, yaitu memimpin seluruh makhluk, memimpin sesama manusia, maupun memimpin diri sendiri. Jadi manusia ada di muka bumi yaitu sebagai pemimpin dalam segi apapun.
Maka untuk apa manusia itu ada di dunia? manusia adalah sebagai pemimpin di muka bumi.
Sebagaimana alat komunikasi hanphone dibuat dan diciptakan, yaitu oleh manusia karena untuk memenuhi kebutuhan tersier manusia. Lalu apa bedanya dengan manusia yang di ciptakan oleh Allah, tentu untuk Allah. Sebagaimana terdapat dalam kitab suci al qur’an bahwa manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah pada Allah. Jadi secara mutlak manusia adalah dari tuhannya dan untuk tuhannya.
Maka untuk siapa manusia itu ada? Yaitu untuk tuhannya yaitu Allah SWT.
15. Segala sesuatu ada tujuan penciptaan, sebagaimana tadi handphone, dalam penciptaan handphone, maka di buat juga buku panduan, yaitu untuk mencegah kerusakan pada hanphone, yang terdapat di dalam buku panduan terdapat larangan untuk memasukan handphone ke dalam air, larangan untuk di banting, larangan untuk diinjak, dan di dalamnya juga terdapat aturan untuk mengecas jika baterai low. Ada juga aturan untuk mengisi pulsa jika habis. Seperti juga halnya manusia, diciptakan ada aturan penggunaan yaitu terdapat dalam kitab Tuhan, maka carilah kitab yang paling benar. Dalam islam adalah Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat larangan dan aturan yang harus di lakukan, seperti dilarang mabuk, dilarang zinah, dilarang mencuri. Selain itu juga terdapat aturan yang harus dipatuhi, yaitu harus ibadah sholat, zakat, puasa, dan pergi haji. Maka panciptaan dan aturan penggunaan pada manusia telah sesuai.
Jadi Mengapa ada aturan dan hukum untuk manusia? Yaitu untuk mencegah adanya kerusakan baik lahir maupun batin pada manusia.
16. Asal muasal manusia yang sering dijelaskan di sekolah, sering kali tidak sesuai dengan pemahaman dari keyakinan saya. Karna di sekolah diajarkan bahwa, manusia itu keturunan kera yang berevolusi jadi manusia. Sungguh saya tidak setuju, karena jika manusia merupakan hasil evolusi dari kera, maka seharusnya semua kera telah berevolusi jadi manusia dan ternyata sekarang masih ada kera. Selain itu dalam islam telah dijelaskan bahwa manusia diciptakan secara langsung, yaitu dari saripati tanah yang terdapat dari tujuh jenis tanah yang ada di bumi, dan manusia yang pertama diciptakan oleh Allah adalah nabi Adam AS. Tentu saja kita harus yakin dengan yang sesuai pada yang kita yakini, jika tidak “akur” antara keyakinan dan pengetahuan, maka akan terjadi pincang yang membuat adanya keragu-raguan atau “bingung”.
Maka dari manakah manusia itu ? Tentu saja dari saripati tanah yang diciptakan dan dibentukan langsung oleh Allah.
17. Adanya iman tentang tuhan, selanjutnya iman tersebut digunakan untuk beragama, maka akan memudahkan manusia mengetahui segala yang terjadi, seperti mengetahui mengapa dirinya sendiri itu manusia. Dalam islam dijelaskan adanya qodo yaitu takdir yang sudah tertulis sebelumnya dan segala sesuatu hal tiada yang terlewat dari qodo Allah termasuk juga mengapa kita diciptakan sebagai manusia, itu sudah tertulis dan sudah selesai takdir kita. Jadi kita seperti video yang sedang diputar yang di dalamnya sudah terekam masa lalu dan masa depan kita.
Maka mengapa saya manusia ? Karena sudah terdapat dalam qodo allah kalau kita diciptakan sebagai manusia

Komentar
Posting Komentar